Usia Ideal Masuk Sekolah Dasar

Sebagian besar orangtua yang memiliki anak pada rentang usia 5 sampai 7 tahun khawatir tentang kapan waktu yang ideal bagi anak mereka untuk masuk sekolah dasar. Mengingat, ada paradigma yang berkembang di masyarakat, semakin awal anak mencicipi bangku sekolah maka akan semakin baik, semakin dini semakin baguslah perkembangan si anak. Namun, apakah benar demikian?

Beberapa penelitian memaparkan tentang dampak usia anak mulai masuk sekolah terhadap hasil belajar anak di sekolah. Anak – anak yang terlalu dini memulai sekolah, tanpa dibekali dengan kesiapan yang matang memilki kesulitan untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran di sekolah dan menunjukkan performa belajar serta kemampuan sosial yang rendah. Sedangkan anak – anak yang mulai masuk sekolah dasar dengan ‘tepat’ waktu memiliki performa belajar dan kemampuan sosial yang lebih baik.

Di sisi lain, perbedaan tanggal kelahiran pada anak yang begitu variatif menjadi tantangan tersendiri. Jika tanggal kelahiran anak beberapa bulan lebih awal dari batas usia pada saat pendaftaran, maka orangtua harus menunda anaknya untuk masuk sekolah dasar; yang artinya orangtua harus menyediakan biaya ekstra untuk menghabiskan satu tahun pelajaran lagi di taman kanak – kanak.

Pada masa lampau, ada cara unik yang dilakukan oleh orang tua untuk memutuskan apakah anaknya sudah siap masuk sekolah dasar atau belum. Yakni dengan meminta anak mereka melingkarkan tangan kanannya ke kepala, jika tangannya sudah bisa meraih telinga sebelah kirinya maka ia dikatakan sudah siap untuk masuk sekolah dasar. Nah, pertanyaannya apakah para orang tua pada masa sekarang juga harus menentukannya dengan cara yang sama? Atau ada cara dan pertimbangan lain yang bisa lebih meyakinkan para orang tua?

Pada Permendikbud 1 tahun 2021 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang menggantikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan menyebutkan, “Calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD harus memenuhi persyaratan usia: 7 (tujuh) tahun; atau paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Persyaratan usia paling rendah dapat dikecualikan menjadi paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan bagi calon peserta didik yang memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa; dan kesiapan psikis.”

Dari permendikbud di atas, disebutkan bahwa usia untuk anak masuk ke sekolah dasar yaitu pada usia 7 tahun atau 6 tahun. Penentuan usia tersebut diambil berdasarkan usia kematangan rata – rata anak dari segala aspek perkembangannya. Adapun untuk usia di bawah ketentuan adalah dengan catatan khusus, di mana anak memiliki kecerdasan istimewa dan kesiapan psikis yang matang.

Penentuan usia masuk sekolah dasar tidaklah hanya soal angka, tetapi lebih dari itu; orang tua perlu menilik pada diri sang anak. Perbedaan perkembangan dan kesiapan pada setiap anak yang berbeda menjadi aspek penting lainnya yang perlu orang tua perhatikan. 4 aspek perkembangan yang perlu orang tua perhatikan tersebut, antara lain: .

1.      Aspel Fisik

Dewasa ini, orang tua dan pendidik memberikan penekanan bahwa factor kesiapan anak untuk masuk sekolah dasar adalah anak mereka mengetahui semua huruf alfabet, mengetahui angka, serta dapat berhitung. Padahal, di balik kemampuan anak untuk membaca, menulis, dan berhitung ada aspek yang harus menjadi fokus utama, yakni aspek fisik. Perkembangan fisik anak yang matang akan mempengaruhi kesiapannya dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Perkembangan fisik ini juga meliputi gerak motorik kasar dan motorik halus. Anak yang matang secara fisik akan mampu bertahan mengikuti kelas dari pagi hingga siang. Anak yang memiliki gerak motorik kasar dan motorik halus yang terasah dan terbentuk, akan terbantu dalam mengikuti proses pembelajarannya di kelas.

2.     Aspek Psikologis

Secara psikologis, anak – anak yang sudah siap masuk sekolah dasar dapat dilihat dari bagaimana sang anak dapat mempertahankan konsentrasinya. Kemampuan konsentrasi pada anak usia 7 tahun memiliki rentang yang lebih panjang, antara 30 – 45 menit. Sedangkan, pada anak usia di bawah 7 tahun umumnya mereka memiliki rentang konsentrasi yang lebih pendek. Mereka masih mengembangkan keterampilan geraknya, sehingga akan lebih aktif bergerak dan sulit untuk berkonsentrasi lebih lama.

Kemampuan konsentrasi yang memadai akan membantunya dalam proses pembelajaran dan berkegiatan di kelas.

3.     Aspek Emosi

Keterampilan emosi yang matang dapat dilihat bagaimana ketika anak terpisah dari orang tuanya tanpa kesulitan, mampu membedakan waktu belajar dan bermain, serta mereka bisa lebih mandiri dalam menyesaikan tugasnya.

4.     Aspek Kognitif

Dalam aspek kognitif, setidaknya anak sudah tuntas dalam pra – calistung. Dapat memahami dan mengikuti instruksi serta aturan sederhana juga menjadi aspek yang mendukung dalam kesiapan anak mengikuti pembelajaran di kelas.

Usia kronoligis hanyalah indikator kasar dari usia ‘ideal’ anak untuk masuk sekolah dasar. Di sisi lain, orang tua perlu memperhatikan aspek – aspek perkembangan anak. Meskipun anak sudah bisa membaca dan menulis, aspek lain seperti emosi dan psikis anak juga perlu menjadi pertimbangan. Atau jika anak akan masuk sekolah dasar dengan tidak mengetahui semua huruf atau tidak bisa membaca kata sederhana, itu bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan; mereka akan mempelajarinya di sekolah dasar. Pembelajaran paksa yang tidak menyenangkan bagi anak harus dihindari. Berkomunikasi dengan menanyakan keinginan dan pendapat sang anak tentang masuk sekolah dasar juga perlu orang tua lakukan.

Jika orang tua masih ragu, berkonsultasi dengan psikolog anak atau mengajak bicara guru prasekolah sang anak juga akan sangat membantu.

Komentar

Postingan Populer